Praktik Diplomasi “Counter Terrorism Summit 2016”

prakdip

Praktik Diplomasi 2016 merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam program studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan. Prakdip tahun ini mengambil tema “Counter Terrorism Summit 2016”. Praktik Diplomasi terdiri dari beberapa sidang, dimulai dari sidang pertama hingga ketiga, termasuk Credential Ceremony, yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan lamanya. Seluruh rangkaian Prakdip 2016 ditutup dengan High Level Meeting (HLM) yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 April 2016 di Hotel Hilton. Rangkaian acara pada HLM dimulai dengan diantarkannya para delegasi oleh Liaison Officer (LO) untuk melakukan registrasi dan photo session. Terdapat 38 negara yang terlibat dalam rangkaian acara Diplomacy In Practice 2016 ini. Setiap delegasi terdiri dari lima orang yang masing-masing merepresentasikan dirinya sebagai Kepala Pemerintahan, dua orang sebagai Konselor Menteri, dan dua lainnya sebagai Utusan Khusus.  HLM ini dilaksanakan dengan latar tempat di Tirana, sehingga delegasi Albania lah yang menjadi Chairperson. Sidang dimulai dengan sesi Roll Call bagi setiap delegasi sesuai urutan abjad nama negara. Kemudian setiap Kepala Pemerintah menyampaikan pernyataan umumnya dalam waktu empat menit. Sepanjang sesi ini para LO sudah menyampaikan noting kepada delegasi lain. Noting berfungsi untuk memudahkan delegasi berkomunikasi dan bernegosiasi, salah satu contohnya adalah mengajak delegasi lain untuk masuk dalam Multi Chamber dan melakukan Press Conference. Selama HLM berlangsung, ada live report melalui Twitter Prakdip 2016 mengenai setiap pernyataan dan hasil keputusan selama sidang. HLM dilanjutkan dengan sesi Penandatanganan Blueprint yang sebelumnya telah dibuat bersama. Ada tujuh delegasi yang tidak menandatangani Blueprint tersebut, namun berdasarkan pengambilan keputusan terbanyak, diputuskan bahwa HLM mengadopsi Blueprint tersebut. (Debora Kristiana, Jennifer A. W. Kencana ,Feby Elvany Pangestika )