Ekspedisi Nusantara Jaya 2016

Berdasarkan Sembilan Agenda Prioritas Jokowi-JK yang bernama Nawacita, terutama merujuk pada Nawacita pertama dan ketiga, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Republik Indonesia mengadakan “Ekspedisi Nusantara Jaya” (ENJ) yang mengajak mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk turun ke pulau-pulau 3T di seluruh penjuru negeri. Tujuan ekspedisi ini adalah meningkatkan konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil, dan wilayah perbatasan, melalui peningkatan akses terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana, serta percepatan pembangunan di wilayah pulau-pulau dan perbatasan. ENJ baru memasuki tahun kedua pelaksanaan dan direncanakan akan menjadi agenda tahunan Kemenko Maritim. Namun, tidak hanya terbuka bagi mahasiswa saja, juga untuk umum dengan batasan umur melalui pendaftaran terbuka. Kemenko Maritim turut mengundang beberapa universitas negeri ternama se-Indonesia untuk mengirimkan 20 mahasiswa terpilihnya dalam ekspedisi ini. ENJ terdiri dari 24 rute keberangkatan berdasarkan provinsi untuk kategori umum, sedangkan untuk universitas undangan memiliki rute keberangkatannya masing-masing sesuai dengan sasaran program kerja. Setiap rute keberangkatan diberi waktu maksimal sepuluh hari untuk menyelesaikan program kerjanya. Program kerja itu dibuat oleh masing-masing tim berdasarkan bidang studi masing-masing.

Saya sendiri lolos untuk rute keberangkatan Jawa Barat, yaitu menggunakan Kapal Perintis menuju Kepulauan Seribu dari pelabuhan Sunda Kelapa. Sedangkan, pulau yang dituju diserahkan sepenuhnya kepada tim asalkan berada dalam wilayah rute keberangkatan Kapal Perintis. Kemenko Maritim hanya memberikan biaya transportasi untuk Kapal Perintis, biaya makan selama ekspedisi, dan uang saku sehingga bilamana tim membutuhkan dana tambahan untuk melaksanakan ekspedisi, maka tim harus mencari dana sponsor.

Tim Jawa Barat yang terdiri dari 25 orang (namun berkurang menjadi hanya 23 orang karena beberapa hal) bergabung dengan tim Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berjumlah 20 orang. Tim kami pun ditemani seorang mentor yang merupakan peserta ENJ tahun 2015 sehingga kami berjumlah 44 orang. Pulau tujuan kami adalah Pulau Kelapa dan Pulau Harapan di Kepulauan Seribu dan program kerja yang kami adakan mencangkup bidang pendidikan, kebudayaan, dan lingkungan. Kami pun berangkat dari Bandung pada tanggal 1 Oktober 2016 dan proram kami berakhir pada tanggal 8 Oktober 2016. Di Pulau Harapan, kami bekerja sama dengan dan didukung penuh oleh Taman Nasional Kepulauan Seribu, beberapa sekolah di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, taman baca setempat, dan pemerintah setempat. Warga pulau pun menerima kedatangan kami dengan tangan terbuka, terutama anak-anak.

Karena tim kami berjumlah 44 orang, maka setiap bidang diisi oleh minimal sepuluh orang. Saya memilih untuk menjalankan program di bidang lingkungan dan budaya. Program kerja yang saya ikuti pada saat itu adalah penanaman mangrove, observasi nelayan bubu, dan pentas seni budaya. Namun, saya lebih fokus pada observasi nelayan bubu dan pentas seni budaya karena saya menjadi salah satu penanggung jawab.

ENJ memberikan tantangannya tersendiri. Tidak hanya harus membangun keluarga baru dalam waktu yang sangat singkat, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dengan budaya yang jauh berbeda. Pulau Harapan dan Pulau Kelapa adalah pulau-pulau yang terbilang cukup berkembang karena masyarakat di sana hidup dari bekerja sebagai nelayan dan sektor pariwisata yang cukup terkenal di kalangan warga Jakarta dan Jawa Barat. Akses untuk transportasi, makanan, pendidikan, dan kesehatan pun cukup mumpuni. Walaupun begitu, pada hari pertama kedatangan, kami melakukan observasi lapangan di kedua pulau. Culture shock, mungkin menjadi ungkapan yang tepat untuk kami. Penduduk Kepulauan Seribu adalah kelompok pendatang dari suku Betawi, tanah Sumatera, dan suku Bugis.

Selama kurang lebih sembilan hari tim kami di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, kami tidak hanya menjadi keluarga baru, tetapi juga mendapatkan dan memberikan pelajaran dari dan kepada anak-anak pulau. Kami pun belajar hidup sebagai warga pulau dan belajar untuk hidup beragih.

Untuk melihat teaser video kegiatan Tim Ekspedisi Nusantara Jaya Jawa Barat 2016, klik tautan berikut: youtu.be/R8ordgaCU_U atau kunjungi Instagram @ENJJabar2016 untuk melihat foto-foto kegiatan kami.

Ditta (Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Angkatan 2013)

X