Menyebarkan Budaya Diskusi Akademis bagi Mahasiswa HI

Mengawali akhir pekan terakhir di bulan April, Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional (KSMPMI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menggelar Bandung Conference for IR’s Scholars, atau BCIS, untuk pertama kalinya. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (29/4), di Mgr. Geisse Lecture Theatre, Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unpar. BCIS menyuguhkan bentuk baru pertemuan mahasiswa, dengan memotivasi mahasiswa HI di Bandung untuk memaksimalkan perannya sebagai akademisi. Peserta diajak untuk melihat isu-isu internasional dari perspektif akademis, melalui berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, serta pelatihan.

Berlinda Nefertiti selaku Ketua Pelaksana BCIS berharap agar kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa HI untuk memperkuat aspek akademis. Lewat kegiatan seperti ini, akan terlihat bahwa mahasiswa perlu memaksimalkan peran sebagai seorang akademisi, sebelum nantinya terjun di tengah masyarakat sebagai praktisi, atau meneruskan peran sebagai akademisi.

Rangkaian kegiatan BCIS menyediakan ruang diskusi mahasiswa yang terbagi dalam dua sesi. Terdapat enam topik bahasan yang didiskusikan, mulai dari diskusi mengenai Papua serta usaha-usaha kemerdekaannya, pembentukkan pola pikir bangsa maritim, hingga bias media di Indonesia. Semua topik ini menjadikan Indonesia sebagai fokus bahasannya. Hal ini mendorong mahasiswa HI untuk mengetahui permasalahan serta fenomena di Indonesia dan bagaimana langkah menyikapi fenomena-fenomena tersebut, sebelum melanjutkan penelitian pada negara atau aktor utama lain.

Rangkaian kegiatan BCIS dibuka langsung oleh Sylvia Yazid, Ph.D., selaku Kepala Program Studi (Prodi) Ilmu Hubungan Internasional (HI) Unpar. Panitia BCIS mengundang beberapa pembicara ahli, yaitu Iis Gindarsih (peneliti dan pengamat, Center for Strategy and International Studies atau CSIS), serta Adrianus Harsawaskita (dosen di Prodi Hl Unpar). Keduanya, bersama dengan Dr. I Nyoman Sudira selaku moderator, memperbincangkan posisi Indonesia di antara dua kekuatan besar dunia, yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat, dikaitkan dengan isu terkait Laut Tiongkok Selatan.

Kegiatan ditutup dengan sesi pelatihan (coaching), lewat pengetahuan praktis dalam membuat sebuah policy brief. Sesi ini dibawakan oleh Ibu Artauli Tobing, duta besar Indonesia yang memiliki karir gemilang, di antaranya Duta Besar RI untuk Vietnam, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri Indonesia, serta saat ini menjadi penasehat bagi The ASEAN Institute for Peace and Reconcilliaton.

BCIS menjadi wadah bagi masyarakat HI Unpar untuk melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di Bandung. Dengan semangat membudayakan kembali diskusi dalam lingkungan mahasiswa HI Unpar yang selama ini dipertahankan oleh KSMPSMI, diharapkan BCIS dapat menyebarkan semangat tersebut, khususnya di Kota Bandung, bahkan lebih luas lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X