Belajar di Luar Negeri, Memangnya Bisa?

Kesempatan untuk belajar di luar negeri sering kali dianggap sulit untuk ditemukan. Kerap muncul pertanyaan di kalangan mahasiswa, ‘Apakah ada kesempatan untuk belajar di luar negeri saat menjadi mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar)?’ Jawabannya, ‘Ya!’ Banyak kesempatan belajar di luar negeri yang ditawarkan. Unpar merupakan salah satu universitas yang aktif dalam menjalin hubungan dengan mitra-mitra kerjanya. Tidak hanya di dalam negeri, namun juga dengan institusi luar negeri. Unpar membuka banyak kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswinya untuk mengikuti berbagai program ke luar negeri, khususnya pertukaran pelajar.

Unpar menawarkan beragam program pertukaran pelajar, melalui International Office Unpar (http://io.unpar.ac.id/). Mahasiswa dapat memilih program pertukaran pelajar yang cocok untuknya. Lantas, pertanyaan selanjutnya, apakah ada beasiswa untuk program pertukaran pelajar? Sekali lagi jawabannya, ya. Beberapa program pertukaran pelajar menawarkan beasiswa, salah satunya adalah Association of Christian Universities and Colleges in Asia Student Mobility Scheme (ACUCA SMS) Program. Setiap semester, organisasi ini memberikan beasiswa untuk program pertukaran pelajar antar universitas anggota ACUCA. Melalui ACUCA SMS, saya bisa mengikuti pertukaran pelajar di Ewha Womans University, Korea Selatan, pada musim gugur 2016 lalu.

Tidak sedikit orang yang takut untuk keluar dari zona nyamannya. Namun, pada suatu titik tertentu, sudah seharusnya kita keluar dari comfort zone untuk mendapat lebih banyak pengalaman. Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali mengikuti program pertukaran pelajar ini. Pertama kalinya, saya belajar di luar negeri dan ternyata hal tersebut tidak semenyeramkan yang saya pikir sebelumnya. Yang paling saya rasakan adalah saya dituntut untuk adaptif dengan lingkungan baru di sekitar saya. Negara, bahasa, budaya, dan segala serba-serbi keasingan lainnya justru bukan menjadi hambatan bagi saya. Namun, saya senang dapat mengetahui segala hal baru yang saya dapatkan selama masa pertukaran pelajar. Budaya belajar yang kompetitif di Korea Selatan pun memengaruhi saya agar tidak kalah dalam persaingan mereka. Justru dengan budaya tersebut, saya belajar bahwa saya harus bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Selain itu, selama melaksanakan pertukaran pelajar di Ewha Womans University, saya mendapatkan beragam pengalaman yang tidak terlupakan. Saya mendapat kesempatan untuk bisa mengenal teman-teman baru dari berbagai negara. Yang menarik, saya dan teman-teman saya dari beberapa negara lain, dan tentunya latar belakang yang berbeda pula, sering kali membahas budaya dari negara masing-masing. Hal ini selalu saja membuat saya takjub dengan keberagaman budaya yang ada. Ketika kita berada di negara yang asing, tentunya ada kekhawatiran untuk beradaptasi di lingkungan baru.

Menjadi mahasiswa pertukaran pelajar di Ewha Womans University, tidak ada rasa takut yang melanda karena akan ditemani oleh Ewha PEACE Buddy, yaitu mahasiswi Ewha Womans University yang akan menjadi “pendamping”, sekaligus menjadi teman selama masa belajar di sana. Program yang ditawarkan oleh Ewha PEACE Buddy sendiri sangat menarik. Salah satu program yang paling menarik untuk saya adalah Farm Experience. Pada program ini, kita diajak untuk keluar sedikit dari Kota Seoul dan merasakan indahnya salah satu daerah perkebunan di Korea Selatan sembari mempelajari budaya Korea Selatan. Seperti, belajar membuat injeolmi (makanan tradisional Korea Selatan), bermain dengan mainan tradisional Korea, memakai Hanbok (baju tradisional Korea), hingga turut bercocok tanam di perkebunan. Hal-hal tersebut memberikan pengalaman yang baru dan menyenangkan bagi saya.

Tentunya, merupakan suatu kesempatan yang luar biasa untuk bisa berpartisipasi dalam program pertukaran pelajar, apalagi turut mendapat beasiswa. Kunci untuk mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar adalah giat mencari informasi dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Gunakan kesempatan, terutama program pertukaran pelajar, selagi bisa karena kesempatan belum tentu datang dua kali.

Penulis:
Alya Atila
Mahasiswi Prodi Hubungan Internasional Unpar
Penerima Beasiswa ACUCA SMS Subsidy (Fall 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X