Unpar Hadiri 16th Asia Security Summit

Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Sylvia Yazid Ph.D berkesempatan memenuhi undangan dari the International Institute for Strategic Studies (IISS) untuk hadir di 16th Asia Security Summit : IISS Shangri-La Dialogue yang bertempat di Singapura pada 2–4 Juni 2017 lalu. Dosen HI Unpar yang akrab disapa Mba Sylvi ini mewakili Unpar sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang berasal dari Indonesia dan menjadi tamu undangan dalam konferensi tersebut. Beliau sebagai partisipan mendapatkan banyak pengetahuan seputar perkembangan isu-isu keamanan yang terjadi di dalam suatu kawasan.

Di samping agenda besarnya, konferensi ini merupakan kombinasi antara dialog pemerintah dengan pemerintah, public dialogue, special session, multilateral chamber, dan bilateral chamber. Walaupun memfokuskan pembicaraan seputar Asia, namun sebanyak 11 menteri pertahanan dari beberapa negara besar seperti Rusia dan Amerika turut hadir ditambah dengan Perdana Menteri dari Australia. Selain dari perwakilan negara yang hadir, adapun think-tank dan akademisi yang datang sebagai partisipan dan media untuk melakukan update informasi kegiatan. Adapun, Indonesia mengirimkan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Lembaga Ketahanan Nasional,  Kementerian Pertahanan, Kantor Presiden, dan Konsultan Keamanan Indonesia.

“Kebetulan di ruang konferensi, di sebelah saya itu editor medianya Le Monde dari Perancis, dan mereka punya ruang press sendiri dan update terus. Lalu katanya sempat #SLD17 menjadi trending topic di beberapa negara, salah satunya UK” ungkap Mba Sylvi.

Beliau sempat menemui beberapa delegasi dari luar Indonesia. Mereka mengatakan bahwa Indonesia selalu menjadi strategic partner dalam rangka memerangi terorisme. Orang-orang, tambahnya, berbicara mengenai regional rule based order yang menjadi keinginan setiap negara. Beberapa pembahasan yang dapat menjadi highlight seperti komitmen Amerika di kawasan, nuklir Korea Utara, hingga problematika Laut Cina Selatan. Namun dari sekian banyak pembahasan, isu terorisme menjadi concern setiap delegasi bahwa terorisme harus diberantas dan diperlukannya kerjasama yang tinggi.

2 comments

  1. maju terus anak2 bangsa utk menuntut pengetahuan, shg sumua menjadi maju……….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X