Dosen Unpar Mengikuti Program Sesparlu ke Tiongkok

Sesparlu merupakan jenjang pendidikan dan latihan (diklat) diplomatik tertinggi di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Peserta diklat merupakan diplomat yang telah berkarir sekitar 15 tahun dan telah berdinas sedikitnya dua kali di perwakilan Indonesia di luar negeri. Setiap tahunnya, Sesparlu dilakukan rutin sebanyak dua kali. Tahun 2017 ini merupakan angkatan ke-55.

Selain diikuti oleh para diplomat senior, kegiatan Sesparlu tahun ini mengikutsertakan akademisi dan media massa. Seorang Dosen Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Dr. Sukawarsini Djelantik, mengikuti program kunjungan Sesparlu ke Tiongkok, yang merupakan bagian dari kurikulum, yang berlangsung pada 3-13 Juni 2017. Selain ke Tiongkok, peserta dari kalangan diplomat telah mengikuti program kunjungan ke Washington D.C dan Australia. Menurut Direktur Sesparlu Odo Rene Mathew Manuhutu, keterlibatan kalangan di luar diplomat merupakan salah satu upaya Kemenlu dalam memperkuat jejaring dan memperkaya diskusi. Tujuan lainnya untuk meningkatkan interaksi dan komunikasi dengan pemangku kepentingan, khususnya melalui jalur diklat.

Kunjungan ini difasilitasi oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta. Para peserta mengunjungi institusi pemerintahan, universitas, pusat studi, pusat industri, perusahaan digital, pusat energi nuklir, dan mempelajari berbagai aspek kebudayaan Tiongkok (shadow boxing, seni lukis kaligrafi juga lukisan) dan lainnya. Para peserta juga berkesempatan mengunjungi  berbagai tempat wisata terkenal seperti lapangan Tiananmen dan  lokasi yang menjadi warisan dunia seperti “The Great Wall of China“. Kunjungan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan dan memahami makna dan sejarah bangunan.

Dalam sesi diskusi, para peserta memperdalam pengetahuan tentang perkembangan ekonomi dan reformasi birokrasi Tiongkok, One Belt One Road Initiative, politik luar negeri, sejarah Tiongkok, dan reformasi ekonomi-politik yang telah berlangsung sejak tahun 1978.

Dalam sesi China’s “Belt and Road” Initiative atau jalur sutera modern  dibahas mengenai inisiatif yang merupakan strategi pembangunan yang diprakarsai oleh Presiden Xi Jinping. Inisiatif OBOR merupakan upaya diplomatik untuk mendorong globalisasi dengan gaya China. Inisiatif yang merupakan  “Proyek Abad Ini”, rencananya akan menghubungkan China dengan dunia melalui jalur perdagangan guna mengatasi tantangan ekonomi global.

Kunjungan ini sangat penting untuk meningkatkan people-to-people contact, yang merupakan bagian dari diplomasi publik Tiongkok, untuk lebih banyak menjangkau kalangan masyarakat Indonesia. Dalam kesempatan ini, Unpar juga telah menjajagi berbagai kerjasama dalam bidang pendidikan tinggi dan penelitian dengan China Foreign Affairs University (CFAU) di Beijing, dan Guangdong Institute of International Strategies (GIIS) di Guangzhou.

Pada akhir kunjungan, perwakilan pemerintah Tiongkok, Je Xiaohui, sebagai pendamping kunjungan, mengatakan bahwa kunjungan ini hendaknya bukan menjadi akhir tetapi menjadi awal peningkatan hubungan bilateral yang lebih erat. Dr. Sukawarsini sebagai peserta angkatan pertama program kunjungan Sesparlu ini mengakui pasca kunjungan, ia telah memperoleh berbagai informasi dari tangan pertama yang telah memperkaya pemahamannya mengenai Tiongkok. Tentunya, tambah beliau, pemahaman yang menyeluruh sangat bermanfaat sebagai pengayaan bahan pengajaran dan penelitian mengenai Tiongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X