2018 Joint International Conference, Diaspora in Transnational Era: Space, Area, Network

Parahyangan Center for International Studies (PACIS) bekerja sama dengan Chonnam National University Korea mengadakan konferensi internasional dengan tema “Diaspora in Transnational Era: Space, Area, Network”, pada Kamis (22/2) di Gedung FISIP Unpar.

Opening ceremony mengawali konferensi tersebut dengan beberapa sambutan pembuka dari Kyung-Hak Kim Director of BK21+ Global Diaspora Creative Talent Development Team Chonnam National University, Korea; Elisabeth A.S Dewi Ph.D Ketua PACIS; serta congratulatory speech yang disampaikan oleh Dr. Pius Sugeng Prasetyo Dekan FISIP; dan Woo-Kwon Chang Director of Planning and Coordination Chonnam National University, Korea.

Dalam kata sambutannya, Kyung-Hak Kim mengucapkan terima kasih atas partisipasi para peserta dari berbagai universitas dan institusi/lembaga lainnya. Ia berharap konferensi ini dan kegiatan terkait lainnya dapat terus berlanjut hingga di masa yang akan datang. 

Elisabeth A.S Dewi Ph.D yang akrab disapa Mbak Nophie menyampaikan hal serupa. Dengan sepatah dua patah dalam bahasa Korea, ia menyapa para partisipan. Beliau menyampaikan, “We’re very happy to have lots of friends from Korea, from Australia, from Viet Nam, and also from Indonesia. Maybe different universities (from Indonesia). It’s a very mix combination of the representatives of a beautiful Indonesia as a country.”

And we’re going to have a very fruitful discussion. As  i mentioned before, Friendship, collaboration, joint are the most powerful words for today. So, be ready for the very good and active, and challenging, and fruitful conference,” kata Mbak Nophie.

Sejumlah presenter mengawali diskusi panel sesi pertama yang dimoderatori Sylvia Yazid Ph.D Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Unpar. Adapun, para pembicara tersebut diantaranya Antje Missbach dari Monash University, Australia dengan topik “Moral comforts of remaining in exile: snapshots from conflict-generated Indonesian Diasporas”; Kim, Kyung-Hak; Miranda De Dios Ines (Chonnam National University, Korea) “Experiences of Motherhood in the context of migration: marriage migrant women in Korea”; Yearry Panji Setianto (Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia) “Understanding Indonesian Diaspora’s Transnational Politics Through the Lens of Communicative Figuration”; serta Henny Rosalinda (University of Brawijaya, Indonesia) “Beyond Social Remittances: The Case of Indonesian Diaspora in Hong Kong.”

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D menjadi salah satu presenter konferensi dengan topik “Papua Problematiques: Seeking the Role of Papua’s Diaspora for Peaceful Solutions.” Juga, Dr.phil Aknolt Kristian Pakpahan salah satu dosen FISIP Unpar membawakan diskusi dengan topik “Indonesia Diaspora: Building the Country, Building a Network.”

Sejumlah dosen FISIP Unpar didapuk sebagai moderator dalam sesi diskusi. Beragam topik seputar diaspora mewarnai diskusi panel dalam konferensi perdana antara PACIS dan Chonnam National University.

Tidak hanya Unpar dan Chonnam National University, para peserta konferensi juga berasal dari Universitas Brawijaya Indonesia, Universitas Hasanuddin Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Indonesia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Indonesia, Vietnam Women’s Academy, Monash University, Australia, serta peserta dari Kazakhstan, Spanyol, dan lainnya yang sedang menempuh studi S3 di Chonnam National University Korea.

Penyelenggara juga mengundang peneliti dan pengamat di Serikat Buruh Migran Indonesia dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai presenter konferensi.

Selain konferensi yang berlangsung selama satu hari, para peserta juga berkesempatan mengikuti tur budaya ke beberapa destinasi wisata di kota Bandung seperti museum Konferensi Asia Afrika (KAA), museum Gedung Sate, Saung Angklung Udjo, serta objek wisata di Ciwidey, Bandung Selatan, Kawah Putih.

Acara ditutup dengan closing dinner yang berlangsung di Hotel Bumi Sangkuriang, Ciumbuleuit Bandung, dengan suguhan penampilan tarian tradisional dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) Listra Unpar.