PACIS dan Institut Perempuan Gelar Seminar Perlindungan Buruh Migran

Senin (5/3), Parahyangan Center for International Studies Universitas Katolik Parahyangan (PACIS Unpar) bersama Institut Perempuan mengadakan seminar bertajuk “Perlindungan Buruh Migran PRT Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung di Mgr. Geise Lecture Theatre Gedung 3 FISIP Unpar.

Pembicara dalam seminar kali ini, yakni Siti Badriyah (Migrant Care), Elisabeth Dewi (Ketua PACIS Unpar), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, dan Thaufiek Zulbahary (Komnas Perempuan). Vrameswari Omegawati dosen HI Unpar didapuk sebagai moderator pada diskusi tersebut.

Perwakilan dari Institut Perempuan Ibu Tini, dalam kata sambutannya mengungkapkan, “Terima kasih banyak (atas) dukungannya yang luar biasa. Kita akan coba mendiskusikan UU No.18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Buruh Migran dan Desa Buruh Migran.”

Dalam kesempatan yang sama, Sylvia Yazid Ph.D Kepala Program Studi HI Unpar mengatakan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat diadakan secara rutin. “Kegiatan seperti ini memang sesuatu yang kami harapkan terjadi terus. Kami fasilitasi. Karena kita punya concern yang kuat tentang ini,” ungkap beliau.

Menurutnya, ada begitu banyak forum yang membicarakan terkait buruh migran, baik itu buruh migran perempuan atau buruh migran pria. Tetapi, kebanyakan membahas hal serupa. “Muter-muter terus di situ,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Namanya kisah sedih (buruh migran) selalu ada. Tapi apa yang perlu kita lakukan sekarang adalah apa yang bisa kita lakukan dan mudah-mudahan forum hari ini, seminar hari ini, diskusi hari ini, bisa menjadi salah satu upaya, bentuk kontribusi kita terhadap upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi buruh migran.”

Pada diskusi tersebut, juga dibahas bagaimana implementasi kerangka HAM terkait pekerja buruh migran dan situasi kerja buruh migran, terutama di Jawa Barat. Hal ini dipaparkan berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2013.

Adapun, PACIS merupakan salah satu pusat kajian yang berada di bawah struktur Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar. Institusi penelitian ini didirikan pada tahun 1997 di Bandung.

PACIS bertujuan untuk turut mengelola kehidupan dunia melalui pengembangan dan penerapan ilmu HI dalam perspektif Dunia Ketiga serta membantu berbagai pihak (pemerintah atau swasta) di dalam kehidupan global. Kegiatan PACIS adalah kegiatan ilmiah yang mencakup penelitian, seminar, diskusi dan publikasi.