Diskusi Internasional Soroti Kerja Sama Kawasan Asia Afrika

Program Studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI Unpar) menjadi tuan rumah diskusi bertajuk “The History and Spirit of Asia Africa Conference and Its Relevance and Meaning to Nurture Indian Ocean Cooperation” yang diselenggarakan di Kampus Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpar, pada Jumat (20/7). Diskusi ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa pascasarjana dari Universitas Paramadina Jakarta, University of Western Australia (UWA) dan University of Pretoria, Afrika Selatan.

Guru Besar HI Unpar Profesor Bob Sugeng Hadiwinata beserta dosen HI Unpar Dr. I Nyoman Sudira menjadi penyaji dalam diskusi internasional ini. Sesuai dengan tajuk yang diangkat, materi yang diberikan merujuk pada kerja sama internasional di Kawasan Samudera Hindia, khususnya berkaitan dengan semangat yang diinisiasi dalam Konferensi Asia Afrika 63 tahun yang lalu. Keberadaan akademisi dari berbagai belahan dunia dengan berbagai pandangan terhadap kolaborasi di kawasan Asia Afrika menghadirkan diskusi yang sangat menarik.

Profesor Bob mengutarakan pentingnya kolaborasi antara negara-negara Asia dan Afrika dalam menciptakan perdamaian utamanya dalam bentuk kerja sama Indo-Pasifik. Tentu saja, partisipasi tersebut harus diikuti oleh keberadaan insentif dan manfaat bagi semua pihak yang memiliki kepentingan bersama. Hal yang sama diutarakan oleh Dr. Nyoman, di mana kerja sama Asia Afrika khususnya di kawasan Samudera Hindia sangat dipengaruhi oleh prinsip solidaritas, kebebasan, dan kesetaraan.

Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D yang turut menghadiri kegiatan diskusi menyampaikan apresiasinya atas kehadiran akademisi lintas negara di Unpar. Serupa dengan kedua pembicara, Rektor juga menyoroti pentingnya keterlibatan negara dalam organisasi internasional sebagai langkah kolaborasi menciptakan perdamaian, tanpa merendahkan kedaulatan negara tersebut. “Not for economy, not for politics, but the point is to keep the existing state as a state,” jelasnya terkait fungsi utama organisasi internasional.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Ketua Program Studi HI Unpar Sylvia Yazid Ph.D menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari short course jenjang magister yang dilakukan oleh Universitas Paramadina, UWA, dan University of Pretoria. “Mereka melihat kita punya expertise lalu memang kita sudah membina kerja sama selama ini,” terangnya. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa dapat diikuti oleh mahasiswa sarjana maupun magister dari Unpar, maupun adanya kolaborasi dengan University of Pretoria.