Anvar Gafurov: Potret Alumnus Program KNB Unpar

Anvar Gavurof adalah alumnus program Magister Ilmu Sosial Universitas Katolik Parahyangan (MIS Unpar), konsentrasi Ilmu Hubungan Internasional (HI). Anvar yang berasal dari Uzbekistan tinggal dan kuliah di Bandung selama 3 tahun (2011-2014) dengan mendapatkan beasiswa dari program Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Sebelum memulai program magister, Anvar belajar Bahasa Indonesia selama satu tahun pertama di Bandung.

Ketika ditemui oleh Dr. Sukawarsini Djelantik, kepala program MIS Unpar periode 2010-2014 pada awal Agustus lalu di Tashkent Ibukota Uzbekistan, status Anvar adalah mahasiswa program Doktor pada The Academy of Public Administration under the President of the Republic of Uzbekistan. Akademi ini sangat prestisius karena alumninya akan bekerja pada lingkaran inti Presiden Uzbekistan.  

Mengenang masa-masa kuliah di Unpar, Anvar merasa sangat beruntung telah belajar banyak mengenai bahasa, budaya, dan isu-isu sosial-politik di Indonesia. Ketika kuliah di prodi HI, Anvar yang mengambil konsentrasi politik pada program sarjana, banyak mempelajari isu-isu politik Indonesia dan global yang disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Meski tanpa latar belakang bahasa Indonesia sebelumnya, dengan kerja keras dan ketekunan, Anvar dapat menyelesaikan studi dengan nilai baik. Kemampuan bahasa Inggris dan skor TOEFL yang baik, menjadi nilai tambah dalam perjalanan studinya di Unpar.

Untuk berkomunikasi sehari-hari dengan dosen dan teman kuliah serta mengerjakan makalah dan tugas akhir, Anvar memakai bahasa Inggris. Anvar merasa sangat bersyukur dengan sistem pengajaran di program pascasarjana Unpar yang bersifat kekeluargaan sehingga memudahkannya beradaptasi di lingkungan budaya dan akademik yang baru. Bahkan Anvar merasa memiliki keluarga baru, termasuk para mahasiswa internasional penerima beasiswa KNB lain yang masih menjalin komunikasi sampai sekarang.     

Dengan pengalaman dan kemampuan bahasa Indonesia yang dimiliki, Anvar sekarang menjadi “Sahabat Indonesia” pada KBRI di Tashkent. Keluarga dan teman-temannya juga mengetahui banyak tentang Indonesia dari Anvar.

Pengalaman studi melalui program KNB tersebut menjadikan para penerima beasiswa dari berbagai negara telah berperan sebagai “duta istimewa” yang dapat memperkenalkan sisi positif Indonesia kepada dunia.

Program KNB telah berhasil menjembatani hubungan antarnegara melalui kontak antarindividu. Diharapkan semakin banyak penerima beasiswa KNB yang dapat mengambil manfaat positif dari keberadaan program ini.