“Terorisme” di Konferensi Internasional HI Unpar (ICON-IR) 2018

Tiga orang mahasiswi Magister Hubungan Internasional (MHI) pada program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), yaitu Mia Dayanti Fajar, Dea Rahmawati, Maria Alpha Carmelite, dan dosen MHI Unpar Dr. Sukawarsini Djelantik, menjadi presenter pada International Conference on International Relations (ICON-IR) 2018, pada 5-6 Oktober lalu di Bandung. Keempatnya, mempresentasikan hasil-hasil penelitian terkait fenomena The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam di Iraq dan Suriah pada sesi Keamanan Internasional.

Mia Dayanti membahas peran perempuan melalui perkawinan pada organisasi IS, terutama yang berasal dari Eropa Barat. Para pengantin tersebut direkrut melalui propaganda di media sosial untuk menarik mereka bergabung di wilayah ISIS. Maria Carmelite (Amel) mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Counter-terrorism The New Media Era: Contribution of Anonymous Hacker to Conquer ISIS on the Cyberspace as the Respond of Paris Attack”, yang membahas upaya-upaya kontra terorisme melalui media sosial. Amel berargumen bahwa penelitian mengenai kontra terorisme ini sangat diperlukan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh para “hacker” yang menyembunyikan identitasnya sebagai pengimbang propaganda ISIS yang masif dan terstruktur.

Adapun Sukawarsini Djelantik mempresentasikan makalah “ISIS and the Social Media”, yang membahas peran media sosial untuk keperluan perekrutan anggota, propaganda ideologi dalam meningkatkan radikalisme di kalangan pengikut dan simpatisan ISIS. Media sosial yang dipergunakan juga tidak terbatas pada media sosial biasa, seperti Twitter, Facebook, dan Youtube, yang sudah ditinggalkan karena pertimbangan keamanan. Saat ini, ISIS beralih ke media-media yang lebih canggih yang memberi keamanan dan “privacy” lebih  tinggi. Tidak heran, berbagai komunikasi dan perancangan aksi-aksi terorisme semakin sulit dilacak oleh aparat keamanan.

Mengingat isu yang masih sangat relevan dengan kondisi keamanan di Indonesia, presentasi mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang baik dari para peserta yang berasal dari 15 negara. Keterlibatan mahasiswa dalam forum-forum akademik berskala internasional seperti ICON-IR ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa untuk mendesiminasikan pemikiran dan hasil-hasil penelitian mereka.