Magister Hubungan Internasional Unpar Raih Akreditasi “B”

Program Magister Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (MHI Unpar) mendapatkan peringkat akreditasi “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), setelah visitasi asesor pada 7 Oktober lalu.

“Saya sangat bangga tentunya,” ujar Dr. I. Nyoman Sudira Ketua Program Studi MHI Unpar.

“Predikat B atau baik adalah satu peringkat terbaik yang bisa didapatkan oleh program studi yang baru saja memulai tahun ajaran,” imbuhnya.

MHI Unpar sebenarnya telah dicoba untuk diwujudkan sejak 2012. Ketika itu beberapa pengajar dan peneliti di Prodi HI Unpar melihat potensi yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas jenjang pendidikan HI yang tidak hanya ada di program S1 tetapi juga hingga jenjang Magister.

“Kami melihat potensi itu ada. Yang pertama dari dosen-dosen kita, mereka tentu sangat berkompetensi. Banyak dari mereka yang lulusan dari universitas prestisius di luar negeri seperti Dortmund, King’s College, Leeds dan lain-lain,” ungkap Nyoman.

Selain itu, menurutnya program Magister Ilmu Sosial Konsentrasi Hubungan Internasional di Unpar memiliki banyak peminat dari dalam negeri serta luar negeri.

“2 tahun yang lalu, ada seorang mahasiswi asing dari Serbia (Milica Vujovic) di program magister mau belajar hubungan internasional karena direkomendasikan oleh seorang pejabat Kementerian Luar Negeri. Ia memilih Unpar selain (rekomendasi) seorang pejabat tadi, banyak juga yang merekomendasikan Unpar untuk menempuh studi Hubungan Internasional,” terangnya.

Pascasarjana paska akreditasi

Perolehan akreditasi untuk MHI, lanjut Nyoman, memberikan motivasi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa MHI Unpar. Menurutnya, ada banyak hal yang bisa diupayakan terkait hal tersebut. Salah satunya, melalui penyediaan beasiswa magister Unpar.

“Kan ada beasiswa prestasi untuk mahasiswa Unpar S1 yang mau belajar di sini. Selain itu, ada pula beasiswa KNB dan lain-lain dimana kita memang menerima banyak mahasiswa dan mahasiswi dari Korea Selatan dan negara Afrika,” ungkapnya.

Saat ini, Prodi MHI Unpar tengah merencanakan strategi dwi-kampus untuk menjaring mahasiswa asing. Hal ini dilakukan melalui upaya kolaborasi melalui jejaring dan kerja sama HI Unpar dengan Leeds University dan TU Dortmund.

“Mungkin saja kita dapat membuka program yang 6 bulan kuliah di Dortmund dan 6 bulan kuliah di Unpar,” terang Nyoman memberikan ilustrasi.

“Tapi itu masih wacana, fokus kita ya kualitas internal dulu,” pungkasnya.