Parahyangan Centre for International Studies (PACIS)

Parahyangan Centre for International Studies (PACIS) adalah sebuah institusi penelitian yang berada di bawah struktur Jurusan Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Katolik Parahyangan. Lembaga ini didirikan pada tahun 1997 di Bandung.  PACIS berasal dari kata dalam bahasa Latin PAX yang berarti perdamaian. PACIS merupakan casus genetivus dari PAX. Jadi, filsafat dibalik pendirian PACIS adalah bagaimana mewujudkan perdamaian dunia melalui perkembangan keilmuan dalam bidang studi hubungan internasional, pembuatan kebijakan serta aplikasinya. Sebagai sebuah institusi penelitian, PACIS didukung oleh satu tim peneliti dan spesialis dalam berbagai aspek ilmu hubungan internasional yang menyelesaikan studi dari universitas-universitas terbaik di Indonesia dan dunia.

Meskipun usia PACIS masih relatif baru, tapi kerjasama yang ekstensif telah berhasil dijalankan dengan badan-badan pemerintah  maupun non-pemerintah. Yang cukup signifikan adalah kerjasama penelitian dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu- RI). Kerjasama penelitian ini telah berlangsung sejak tahun 1998. Topik-topik penelitian menyangkut diplomasi hak asasi manusia, dinamika implementasi dari prinsip-prinsip non-interferensi diantara anggota ASEAN, aliansi strategis di Asia Timur, Politik Luar Negeri Indonesia berkenaan dengan masalah intervensi internasional, posisi Indonesia dalam Dewan Keamanan PBB, dan diplomasi Indonesia untuk menjaga integritas wilayah. Tidak dapat dipungkiri bahwa kerjasama-kerjasama tersebut secara siginifikan telah memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

Kerjasama penelitian dan publikasi juga telah dilaksanakan dengan mitra-mitra universitas dari mancanegara. Sejak tahun 1998 PACIS dan The Institute for Politics and International Studies (POLIS), Universitas Leeds, UK, telah membentuk sebuah Higher Education Link yang disponsori oleh the British Council di Jakarta. Kegiatan utama dari kerjasama ini adalah melakukan penelitian bersama dan publikasi, selain tukar-menukar  staf peneliti dari kedua institusi. Hasil penting lain dari kerjasama ini adalah pengiriman kandidat-kandidat doktor dari kedua belah pihak. Staff dari PACIS juga memperoleh kesempatan untuk mengambil program doktor di Universitas Leeds, sementara PACIS juga menyediakan dukungan akademik bagi kandidat-kandidat doktor dari Leeds yang tengah melakukan studi lapangan di Indonesia.

PACIS juga melakukan kerjasama internasional dengan the Faculty of Political Sciences dari Universitas Giessen, Jerman Barat. Pertukaran staf antara dua institusi telah berlangsung sejak tahun 1998. Kerjasama ini juga memungkinkan anggota PACIS untuk mendapatkan beasiswa dari DAAD dan KAAD untuk menempuh gelar doktor di Giessen.

PACIS juga telah merintis dan mengembangkan kerjasama dengan OXFAM-Great Britain, sebuah lembaga nirlaba yang berpusat di Oxford, Inggeris. Kerjasama terutama berkenaan dengan studi masalah Fair Trade, suatu gerakan perdagangan yang mengutamakan keadilan bagi para produsen di negara-negara miskin dunia ketiga. Sehubungan dengan isu Fair Trade, yang menjadi hirauan kedua belah pihak adalah masalah pengentasan kemiskinan dan keadilan gender. Kerjasama ini telah berlangsung sejak tahun 2002.

Kerjasama dengan institusi penelitian internasional juga merupakan aktivitas utama PACIS. Beberapa peneliti PACIS telah tergabung dalam jaringan internasional penelitian masalah konflik yang berada dibawah koordinasi the Nordic Institute for Asian Studies (NIAS) di Kopenhagen, Denmark. PACIS juga melakukan serial seminar internasional dan lokakarya di Bandung dan Kopenhagen. Aktivitas-aktivitas tersebut telah memberikan nilai tambah bagi PACIS dan NIAS, selain pihak-pihak lain yang terlibat di dalamnya.

PACIS juga bertanggung jawab untuk mengelola publikasi berupa jurnal yang terbit secara teratur (Jurnal PACIS). Jurnal tersebut merupakan sarana akademis bagi peneliti-peneliti PACIS dan para akhli untuk mengekspresikan pendapat-pendapat mereka yang diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis bagi perkembangan ilmu hubungan internasional sebagai sebuah disiplin, selain segi praktis dari ilmu tersebut dalam menyediakan solusi bagi masalah-masalah internasional.

Apa itu PACIS ?

PACIS adalah nama sebuah Pusat Kajian Hubungan internasional di bawah Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Parahyangan. Kata pacis sendiri berasal dari bahasa Latin pax yang berarti damai atau perdamaian. Makna ini turut mengilhami nama PACIS yang merupakan akronim bebas dari PARAHYANGAN CENTRE FOR INTERNATIONAL STUDIES.

Apa tujuannya ?

PACIS bertujuan untuk turut mengelola kehidupan dunia melalui pengembangan dan penerapan ilmu Hubungan Internasional dalam perspektif Dunia Ketiga serta membantu berbagai pihak (pemerintah atau swasta) di dalam kehidupan global.

Apa kegiatannya ?

Kegiatan PACIS adalah kegiatan ilmiah yang mencakup penelitian, seminar, diskusi dan publikasi.

Bagaimana cara kerjanya?

PACIS pada prinsipnya bekerja secara independen. Tetapi ini tidak menutup bentuk dan sifat kerjasama dengan institusi lain, baik pemerintah maupun swasta, dari dalam negeri maupun internasional berdasarkan prinsip saling menghormati dan menguntungkan.

Siapa saja anggotanya ?

Para dosen tetap Hubungan Internasional, FISIP, Unpar, otomatis menjadi anggota PACIS. Pihak lain yang diangap memiliki kualifikasi bisa menjadi partisipan PACIS.

Siapa yang memperoleh manfaat ?

Manfaat langsung akan diperoleh instansi yang membutuhkannya. Eksplorasi data, diskripsi issu, eksplanasi persoalan, preskripsi dan prediksi yang tajam dan tepat, lengkap dan akurat akan menjadi masukan berharga bagi para pengambil keputusan. Perusahaan nasional dan multinasional, instansi pemerintahan, lembaga pendidikan dan penelitian, lembaga nirlaba dapat memanfaatkan PACIS berdasarkan prinsip kerjasama yang saling menguntungkan.

Bagaimana prospeknya?

Lembaga PACIS ini sangat prospektif. Di tengah arus globalisasi, ada banyak issu yang perlu mendapat perhatian dan ada banyak kepentingan yang harus dipenuhi. PACIS didukung oleh para intelektual dan peneliti muda yang sangat energik dan kompetitif. Pendidikan master (S-2) dan PhD (S-3) yang diraih dari dalam dan luar negeri sangat mendukung keberhasilan.

Staff

Terdapat sejumlah personel pemerhati Ilmu Hubungan Internasional yang menentukan kiprah dan prestasi PACIS. Mereka telah menunjukkan keseriusan dan kompetensi mereka melalui berbagai media (seminar dan tulisan).