Ngobrolin HI On Stage: Bisakah Indonesia Bertahan di Tengah Risiko Domestik dan Global?

Kamis (17/9), HI UNPAR menggelar acara “Ngobrolin HI On Stage: Bisakah Kita Bertahan? Indonesia di Tengah Risiko Domestik dan Global” dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Kusnanto Anggoro (Executive Director Center for Indonesia Risk Studies), Yulia Indrawati Sari (Kepala Laboratorium Program Studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan), dan Stefanus Pramono (Redaktur Pelaksana Desk Investigasi dan Host Bocor Alus TEMPO).

Kusnanto Anggoro, menjelaskan bahwa sistem ekonomi, lingkungan, dan keamanan saat ini saling berkaitan. Maka dari itu, negara perlu memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai resiko. Ia juga menyoroti kondisi demokrasi yang semakin memburuk akibat munculnya masyarakat pasca kebenaran, digitalisasi, dan perubahan generasi yang turut mempengaruhi cara masyarakat memandang demokrasi.

Yulia Indrawati Sari membahas peran masyarakat sipil dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak menentu. Sejumlah organisasi seperti Seni Tani, KAPAL Perempuan, Papuan Voices, dan The Gecko Project terus bergerak melalui pemberdayaan, media digital, penelitian, serta pengawasan terhadap kebijakan dan isu publik. Menurutnya, meskipun ruang sipil semakin menyempit, masyarakat tetap mencari ruang untuk dapat menyuarakan kepentingan dan mendorong perubahan. 

Sementara itu, Stefanus Pramono menyoroti kondisi kebebasan informasi dan transparansi publik. Ia menyebut banyak jurnalis yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan media menghadapi praktik penyensoran mandiri yang berdampak pada menurunnya independensi serta daya kritis media. Selain itu, Beliau juga menyoroti penurunan indeks dan memburuknya transparansi pemerintah.

Untuk menyaksikan pembahasan selengkapnya, rekaman dapat diakses melalui tautan berikut ini.