Bandung, 10 Februari 2026 — Dosen Hubungan Internasional UNPAR, Dr. rer. pol. Albert Triwibowo, dipercaya menjadi moderator dalam diskusi panel bertajuk “Culture in an Age of Uncertainty: The Role of Universities, Cultural Institutions and International Cooperation Today.” Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lanjutan seremoni penandatanganan nota kesepahaman (MoU dan MoA) antara Goethe-Institut dam sejumlah univeritas di Indonesia, termasuk UNPAR, sebagai upaya memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dialog internasional.
Diskusi tersebut menyoroti peran strategis universitas dan lembaga kebudayaan dalam merespons tantangan global melalui kolaborasi lintas negara. Prof. Bambang Sugiharto sebagai narasumber menekankan bahwa budaya tidak hanya menjadi medium ekspresi identitas, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antarbangsa dengan latar belakang yang berbeda. Dalam konteks ini, Goethe-Institut sebagai organisasi interkultural dapat menjadi jembatan dalam membangun dialog dan memperkuat pemahaman lintas budaya. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula dua mahasiswa yang berbagi pengalaman terlibat dalam program yang diinisiasi oleh Goethe-Institut dan Aniwayang Studio.
Siaran pers kegiatan tersebut dapat diakses melalui tautan berikut.





