Bandung, 3 Februari 2026 – Dr. phil. Aknolt Kristian Pakpahan, M.A. telah berkesempatan untuk memberikan pandangannya dalam Koran Pikiran Rakyat mengenai Dewan Perdamaian dan Posisi RI, serta berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Tribun Jabar mengenai Direktur Utama BEI mundur usai pasar modal bergejolak, dan cara investasi saham yang aman bagi pemula.
Dalam Koran Pikiran Rakyat mengenai konflik Israel dan Palestina, Aknolt menilai konflik Israel dan Palestina yang masih berlanjut menunjukkan lemahnya sistem internasional dalam menjaga perdamaian akibat tidak berjalannya resolusi Dewan Keamanan PBB. Pembentukan Board of Peace yang dibentuk Presiden AS Donald Trump di Davos, Swiss pada Januari 2026 dinilai sebagai alternatif di luar PBB untuk mendorong perdamaian, termasuk rekonstruksi Gaza. Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian sejalan dengan komitmen konstitusional dan dukungan terhadap Palestina serta upaya memperkuat peran Global South. Namun, keikutsertaan ini juga dinilai berisiko karena kuatnya pengaruh AS yang berpotensi menggerus politik luar negeri bebas aktif, dan kemungkinan munculnya tekanan politik jika tidak memberi dampak nyata bagi Palestina. Untuk artikel selengkapnya, dapat dibaca melalui tautan berikut ini.
Kemudian, dalam wawancara bersama Tribun Jabar, Aknolt menanggapi pengunduran diri Direktur BEI Iman Rachman dinilai sebagai kombinasi tanggung jawab moral dan tekanan eksternal di tengah gejolak pasar modal. Aknolt menilai langkah tersebut mencerminkan etika kepemimpinan untuk menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas sistem setelah anjloknya indeks hingga memicu trading halt. Namun, keputusan ini juga dipengaruhi tekanan pemerintah, OJK, dan investor sebagai upaya menenangkan pasar serta menjaga legitimasi BEI. Ia menambahkan, pelemahan bursa dipicu aksi profit taking yang diperkuat ketidakpastian global sehingga mendorong arus keluar modal dari pasar saham. Untuk selengkapnya, dapat dibaca melalui tautan berikut ini.
Selain itu, dalam wawancara bersama Tribun Jabar, Aknolt menyoroti minat masyarakat terhadap investasi saham, termasuk pemula, terus meningkat, namun tanpa pemahaman yang tepat dapat beresiko menimbulkan kerugian. Aknolt menegaskan bahwa prinsip utama bermain saham adalah manajemen risiko, bukan mengejar keuntungan cepat. Investor pemula disarankan menggunakan dana dingin, memahami analisis fundamental, serta mencermati kondisi makroekonomi. Ia juga mengingatkan bahwa pasar saham bersifat dinamis dan fluktuatif, sehingga investor perlu terus belajar dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Untuk selengkapnya, dapat dibaca melalui tautan berikut ini.


