Bandung, 13 Januari 2026 – Dosen Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan, Dr. phil. Aknolt Kristian Pakpahan, M.A., berkesempatan untuk memberikan pandangannya dalam wawancara dengan Tribun Jabar terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas. Menurutnya, kecil kemungkinan bahwa hubungan AS-Iran akan berkembang menjadi perang global. Eskalasi tersebut justru berpotensi menjadi konflik regional yang memberikan dampak global, karena semakin tinggi intensitas sebuah perang, akan semakin besar juga pengeluaran biaya perang politik, ekonomi, dan keamanan yang sangat besar.
Secara singkat, Aknolt menjelaskan bahwa ketegangan AS-Iran dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas politik dan energi dunia, terutama melalui resiko gangguan pasokan minyak yang berpotensi memicu kenaikan harga energi dan tekanan inflasi global. Bagi Indonesia, kondisi ini tidak berdampak secara langsung, tetapi tetap berpengaruh pada ketahanan energi, stabilitas ekonomi, dan daya beli masyarakat. Hal ini menjadi pengingat bahwa pentingnya memiliki sumber energi yang beragam dan percepatan transisi menuju energi terbarukan.
Baca berita selengkapnya di sini.


