Sylvia Yazid

 S.IP (Unpar) MPPM (Monash University, Australia) Ph.D (Monash University, Australia)

EVN_2062Sylvia Yazid mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Politik dari Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) pada tahun 1998. Tahun 2000, Sylvi mulai mengampu mata kuliah Bahasa Inggris Hubungan Internasional di Jurusan HI Unpar sebagai dosen luar biasa. Karena ketertarikannya pada kajian kebijakan, Sylvi kemudian meneruskan studinya di Monash University, Australia. Tahun 2003, ia mendapatkan gelar Master of Public Policy and Management setelah menyelesaikan minor thesis berjudul “Assessment of Indonesia’s Decentralization Policy under Law No. 22/1999: Problems and Opportunities”. Sylvi kemudian bergabung sebagai dosen tetap di Jurusan HI Unpar sejak 2004. Dua tahun kemudian ia kembali ke Monash University untuk menempuh studi doktoral di School of Political and Social Inquiry. Gelar PhD diraihnya pada tahun 2011 dengan thesis yang masih merupakan kajian kebijakan, dalam dan luar negeri, yang berfokus pada analisa aktor dengan judul “Responding to democratization and globalization: NGO’s influence on Indonesia’s policies on labour migration”. Pada tahun 2011 Sylvia Yazid juga ditunjuk sebagai Sekretaris Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Unpar untuk periode 2011-2014. Saat ini beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Unpar untuk periode 2015-2019.

Mata kuliah yang sedang dan pernah diampu pada program sarjana dan magister Unpar adalah NGO dan Pemberdayaan Masyarakat Sipil, Organisasi Internasional dan Bahasa Inggris Hubungan Internasional. Sementara bidang keahlian untuk pengajaran, penelitian dan pembimbingan mencakup Non-Governmental Organization (NGO), Organisasi Internasional, kajian kebijakan, dan migrasi tenaga kerja.

Beberapa publikasi yang telah diterbitkan:

  •  “Indonesia’s Civil Society in the Age of Democratization: NGO Responses on the Issue of Labor Migration” 2013,  Nomos, Baden-Baden.
  • “Practicing Democracy in Indonesia: the Involvement of NGOs in the Process of Making and Implementing Policies on Labour Migration” dalam Matthias Heise and Kathrin Rucktaschel (eds.) 2013, Indonesia’s Search for Democracy: Political, Economic, and Social Developments, Nomos, Baden-Baden.

Pada awal tahun 2013, Sylvia Yazid menjadi visiting professor di TU Dortmund, Jerman melalui program Gambrinus-Visiting Professor yang dibiayai oleh TU Dortmund & Volksbank Dortmund.

Sylvia Yazid juga menulis sejumlah opini yang diterbitkan di media massa nasional The Jakarta Post, mempresentasikan makalah pada berbagai seminar di tingkat nasional dan internasional dan terlibat aktif dalam forum-forum yang bertujuan mendapatkan masukan untuk formulasi kebijakan terkait isu-isu perempuan, migrasi tenaga kerja, dan pembangunan. Selain di bidang akademis, Sylvia Yazid juga dari waktu ke waktu berkegiatan di dunia radio dan pernah menjadi penyiar paruh waktu di Radio Australia Siaran Indonesia, Australian Broadcasting Corporation di Melbourne.

Sylvia Yazid dapat dihubungi di s_yazid@unpar.ac.id