Memasuki pertengahan tahun, dinamika politik global masih diwarnai oleh berbagai ketegangan lintas kawasan yang belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi. Di tengah upaya sejumlah pihak untuk membuka ruang dialog dan mendorong penyelesaian damai, berbagai konflik dan rivalitas geopolitik justru terus berkembang, mencerminkan kompleksitas tantangan yang dihadapi komunitas internasional saat ini.
Indonesia bersama 17 negara dari Timur Tengah dan Afrika mengecam rencana pembukaan Kedutaan Besar Somaliland untuk Israel di Yerusalem. Dalam pernyataan bersama yang dirilis para Menteri Luar Negeri, langkah tersebut dinilai bertentangan dengan hukum internasional serta berpotensi mendorong separatisme. Kecaman ini muncul setelah Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui kemerdekaan Somaliland pada Desember 2025. Pengakuan tersebut menjadi dasar bagi rencana pembukaan Kedutaan Besar Somaliland di Israel, sementara Israel juga berencana mendirikan kedutaan di Hargeisa, ibu kota Somaliland. Melalui pernyataan tersebut, 18 negara yang mengecam hal ini kembali menegaskan dukungan terhadap persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah Republik Federal Somalia, serta menolak segala tindakan yang dinilai dapat melemahkan kedaulatan negara tersebut.
Sementara itu, Kuba menerima bantuan pangan dari Cina di tengah krisis ekonomi yang semakin berat dan diperparah oleh tekanan dari AS. Sebanyak 15.000 ton beras yang tiba di Pelabuhan Havana merupakan gelombang pertama dari 60.000 ton yang dijanjikan Beijing. Duta Besar Tiongkok untuk Kuba, Hua Xin, menyebut pengiriman tersebut sebagai bantuan pangan terbesar yang diberikan Tiongkok kepada Kuba dalam beberapa tahun terakhir. Bantuan ini dipandang sebagai bentuk dukungan Beijing terhadap mitra strategisnya di kawasan Karibia yang tengah menghadapi tantangan ekonomi berkepanjangan.
Beralih ke Hubungan AS-Iran yang juga belum menunjukkan kemajuan berarti meskipun kedua pihak terus membicarakan kemungkinan tercapainya kesepakatan terkait keamanan di Selat Hormuz. Ketegangan kembali meningkat setelah pejabat militer Iran menyatakan bahwa empat kapal yang berupaya melintasi selat tersebut dipaksa berbalik arah akibat tembakan peringatan dari pihak AS. Washington menegaskan bahwa tindakan tersebut bersifat defensif dan dilakukan untuk menjaga stabilitas serta mempertahankan gencatan senjata yang berlaku. Namun, pernyataan itu tampak berbeda dengan sikap Presiden Donald Trump yang dalam rapat kabinet menegaskan bahwa tidak ada negara yang boleh mengendalikan jalur pelayaran strategis tersebut. Ketidakpastian situasi keamanan di Selat Hormuz turut mempengaruhi pasar energi global, dengan harga minyak yang sempat turun lebih dari lima persen sebelum kembali meningkat hampir dua persen.
Di Eropa, ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat kembali muncul setelah sebuah pesawat tanpa awak Rusia menghantam gedung apartemen di Rumania pada Jumat (29/5). Insiden yang terjadi di wilayah negara anggota NATO tersebut mengakibatkan dua orang terluka dan mendorong pengerahan dua jet tempur F-16. Peristiwa ini memicu kecaman dari berbagai negara anggota NATO. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyatakan bahwa tindakan tersebut telah melampaui batas dan menegaskan komitmen Uni Eropa untuk memperkuat kemampuan deterrence di perbatasan timur sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Rusia. NATO juga menyampaikan solidaritas penuh kepada Rumania serta mengutuk tindakan yang dianggap sebagai bentuk kecerobohan Moskow.
Di kawasan Asia Timur, Korea Utara kembali meningkatkan ketegangan setelah meluncurkan rudal balistik ke Laut Kuning pada Selasa (26/5). Dalam beberapa pekan terakhir, Pyongyang telah melakukan serangkaian uji coba rudal, dengan militer Korea Selatan memperkirakan rudal terbaru tersebut menempuh jarak sekitar 80 kilometer. Situasi ini menambah kekhawatiran Seoul, terutama setelah Korea Utara berulang kali menolak upaya perbaikan hubungan bilateral dan menyebut Korea Selatan sebagai “musuh nomor satu.” Sebagai respons, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang mempererat koordinasi serta berbagai informasi intelijen terkait perkembangan keamanan di kawasan.
Di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, melakukan kunjungan ke Pyongyang dan Seoul. Melalui diskusi ini, pemerintah Korea Selatan kembali mengusulkan dialog koeksistensi damai dengan Korea Utara. Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, menyatakan bahwa Seoul telah menyampaikan niat untuk membuka dialog melalui perantara Singapura. Namun hingga kini, upaya tersebut belum memperoleh respons yang jelas dari Pyongyang.
Sementara itu, pembahasan mengenai kemungkinan kesepakatan damai antara AS dan Iran turut bersinggungan dengan dinamika politik Timur Tengah yang lebih luas. Trump mendesak negara-negara Arab untuk segera menandatangani Abraham Accords, yaitu kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel yang disebut sebagai salah satu syarat bagi tercapainya kesepakatan regional yang lebih komprehensif. Namun, dorongan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak memberikan perhatian yang memadai terhadap Palestina. Arab saudi, yang menjadi salah satu negara utama yang didorong untuk bergabung dalam perjanjian tersebut, kembali menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina yang merdeka tetap menjadi prasyarat utama sebelum normalisasi hubungan dengan Israel dapat dilakukan.
Sumber:
”Drone Rusia Serang Negara NATO! 2 Jet Tempur Dikerahkan Buat Cegat.” CNN Indonesia. 29 Mei 2026. https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260529161546-134-1363472/drone-rusia-serang-negara-nato-2-jet-tempur-dikerahkan-buat-cegat.
Aulia, Luki. “Trump Desak Arab Saudi dan Pakistan Akui Israel sebagai Syarat Damai AS-Iran,” Kompas. 26 Mei 2026. https://www.kompas.id/artikel/trump-desak-arab-saudi-dan-pakistan-akui-israel-sebagai-syarat-damai-as-iran?open_from=Internasional_Page.
Difa, Yashinta. “Indonesia kutuk rencana ilegal Somaliland buka kedutaan di Yerusalem.” Antara. 24 Mei 2026. https://www.antaranews.com/berita/5580680/indonesia-kutuk-rencana-ilegal-somaliland-buka-kedutaan-di-yerusalem.
Ferida, Khairisa. “Indonesia dan 17 Negara Lainnya Kutuk Pembukaan Kedutaan Somaliland di Yerusalem.” Liputan6. 25 Mei 2026. https://www.liputan6.com/global/read/7235259/indonesia-dan-17-negara-lainnya-kutuk-pembukaan-kedutaan-somaliland-di-yerusalem.
Ford, Matt. “Cuba receives China rice shipment amid US threats, blackouts.” DW. 24 Mei 2026. https://www.dw.com/en/cuba-receives-china-rice-shipment-amid-us-threats-blackouts/a-77281770.
Hutapea, Rita Uli. “Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Kuning.” detikNews. 26 Mei 2026. https://news.detik.com/internasional/d-8505791/korut-luncurkan-rudal-balistik-ke-laut-kuning?page=2.
Nababan, Helena Fransisca. “Menlu Singapura Kunjungi Dua Korea, Perkuat Hubungan Diplomatik.” Kompas. 27 Mei 2026. https://www.kompas.id/artikel/menlu-singapura-kunjungi-dua-korea-perkuat-hubungan-diplomatik?open_from=Internasional_Page.
Santosa, Iwan. “Kecuali UEA, Negara Arab Kecam Perwakilan Somaliland di Jerusalem.” Kompas. 25 Mei 2026. https://www.kompas.id/artikel/kecuali-uea-negara-arab-kecam-perwakilan-somaliland-di-jerusalem?open_from=Internasional_Page.
Stewart, Phil. Trevor Hunnicutt. Enas Alashray. Elwely Elwelly. “US strikes Iran again, official says, after Trump denies deal on Strait of Hormuz.” Reuters. 27 Mei 2026. https://www.reuters.com/world/middle-east/iran-could-open-strait-hormuz-within-month-if-terms-agreed-state-tv-says-2026-05-27/.


