Dosen HI UNPAR Bahas Peran CSR dalam Memperkuat Kohesi Sosial di Forum Internasional 

Den Haag, Belanda – Dosen Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan (HI UNPAR), Aknolt Kristian Pakpahan, menjadi pembicara dalam Summer School Series: Social Cohesion and Public Policy in Central Asia and the Caucasus pada 25 September 2026 di Den Haag, Belanda. 

Dalam forum tersebut, Aknolt memaparkan materi berjudul “Finding the Glue of Social Cohesion and Corporate Social Responsibility: Lessons Learned from Indonesia”, yang membahas keterkaitan antara kohesi sosial dan tanggung jawab perusahaan (Corporate Social Responsibility – CSR) berdasarkan pengalaman Indonesia. 

Aknolt menyoroti pentingnya nilai-nilai lokal, seperti gotong royong, musyawarah, kekeluargaan, dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam memperkuat kohesi sosial. Ia  menegaskan bahwa CSR tidak cukup dimaknai sebagai pemberian bantuan, tetapi perlu diwujudkan melalui tanggung jawab perusahaan terhadap dampak aktivitas bisnis serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. 

Lebih lanjut, CSR dapat menjadi penghubung sosial ketika mampu membangun kepercayaan, mendorong inklusi, dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat. Pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa CSR yang efektif bukan sekadar tentang besarnya kontribusi perusahaan, melainkan tentang kemampuannya memperkuat hubungan dan kerja sama dengan masyarakat. 

Partisipasi ini menunjukkan kontribusi dosen HI UNPAR dalam memperluas pertukaran pengetahuan di tingkat internasional serta membawa perspektif Indonesia dalam diskusi mengenai kebijakan publik dan kohesi sosial.