Menanggapi dinamika ancaman Presiden Donald Trump terhadap Iran, Dosen Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, Kishino Bawono, S.I.P., M.Sc. mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangannya dalam wawancara siaran langsung bersama Kompas TV merauke. Kishino menilai bahwa Iran berada dalam posisi yang relatif percaya diri dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat, terutama karena posisinya yang strategis dalam menguasai Selat Hormuz yang berdampak langsung terhadap perdagangan energi global. Ia berpandangan bahwa dalam situasi konflik berkepanjangan, Iran cenderung memanfaatkan momentum untuk membangun simpati internasional dan memperkuat posisi tawarnya dalam proses negosiasi di masa mendatang
Di sisi lain, Kisino menekankan bahwa kredibilitas AS sangat dipertaruhkan apabila ancaman yang disampaikan tidak diikuti dengan tindakan konkret. Hal ini disebabkan karena dapat melemahkan persepsi terhadap kemampuan proyeksi kekuatan negara AS. Ia juga menyoroti adanya dinamika internal dalam pemerintahan AS, khususnya perbedaan pandangan antara kelompok ideologis dan rasional, yang berpotensi mempengaruhi proses pengambilan keputusan strategis.
Lebih lanjut, Kisino memprediksi bahwa langkah yang kemungkinan diambil oleh Trump adalah melakukan eskalasi terbatas sebagai bentuk pembuktian politik, tanpa harus terlibat dalam konflik berskala besar. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga citra kepemimpinan domestik sekaligus membuka ruang bagi negosiasi. Sementara itu Iran diperkirakan tetap berada dalam posisi defensif yang terukur dan siap merespons berbagai skenario, termasuk kemungkinan serangan militer, dengan memanfaatkan keunggulan strategis yang dimilikinya.
Video wawancara dapat diakses melalui tautan berikut ini.


